Sunday, 28 October 2012

Stuck

Kadang gue mikir, apa salah ya gue masuk jurusan Sastra Inggris? Masa setiap kali gue dapet tugas buat ngarang atau bahasa kerennya 'writing', gue pasti stuck, no matter what. Awalnya saat di kelas dikasih tugas, gue kayak berasa bisa nulis dengan lancarnya, ide - ide di otak udah bertebaran. But guess what happen then? Saat gue udah menghadap si Jelita (baca : laptop gue), everything is gone. Yang gue lakukan hanya buka lembar Ms. Word, dipantengin itu layar putih, buka windows media player, pasang headset, mikir.... 15 menit pun berlalu, tapi tetep, lembar Ms. Word masih bersih. Hal yang kemudian gue lakuin kalau pas begitu adalah colokin modem daaann surfing! Trus writing gue? Nanti deh ya, nunggu inspirasi.


That happen to me now! Ini gue lagi dapat tugas Academic Writing 2, suruh buat Literature Review. Boro - boro buat Literature Review, Introduction aja masih acak - acakan. Bukan hanya itu, judul diganti pula. Gue mulai lagi dari nol, dan itu dikumpulin besok, hari Senin, 29 Oktober 2012. Ini udah jam 10.44 PM. Besok gue ada kelas jam 08.00 AM. God, help me!

Tuesday, 12 June 2012

Start and Go

Ngeblog itu susah - susah gampang. Kita harus rajin - rajin nge-post biar ngeksis. Kita harus buat tampilan blog seindah mungkin biar enak dibaca. Belum lagi kalau kita sibuk dan ga sempat ngurusin ini itu nya blog. (Awalnya gue mau nulis 'tetek bengek nya blog', tapi ga jadi karena gue pikir itu ga sopan) *mikir. Tapi tetep aja gue tulis!

Sama seperti yang gue lakukan malam ini, karena ga ada kerjaan. Ups ralat, karena lagi malas belajar (karena sebenarnya hari ini gue UAS), gue otak - atik lah ini blog. Kalau ditanya, lo suka ngeblog ga? Gue bakal bilang suka. Tapi faktanya gue ga pernah punya waktu (baca: malas) buat ngapa - ngapain blog. Udah berapalah itu blog gue yang gue buat saat lagi semangat trus mosting 2 atau 3 tulisan, trus tiga bulan kemudian buat blog lagi, mosting 2 atau 3 tulisan, trus tiga bulan lagi buat baru lagi. Gitu2 aja terus siklusnya. Ga pernah yang setia sama satu blog gitu.

Malam ini gue dapet pencerahan, gue mau rutin nih ngeposting tulisan - tulisan gue. Biar kata ga ada yang baca, yang penting gue punya file tempat menyimpan memori - memori indah gue dan kehidupan gue.

Sekalian gue mau posting foto KIMLY, boneka kucing gue yang paling gue sayang....
Kimly
Kimly

Monday, 30 January 2012

Amazing Journey Part 3

Di tempat duduk yang bernomor 28 itu gue hanya duduk sendiri karena nomor 27 yang ada disebelah kosong. Gue udah seneng tuh bisa duduk di dua bangku sendiri, kan lebih leluasa jadinya. Jam setengah 2, bus tersebut berhenti di sebuah tempat makan. "Pas banget nih, gue tadi berangkat belum makan siang, tapi udah minum antimo tadi sebelum berangkat, mampus deh, kan biasanya kalau mau minum obat makan dulu ya, lha ini gue minum obat dulu baru makan. Otak gue berpikir, "Mungkin nggak papa kali minum antimo tanpa makan dulu, soalnya di bungkusnya aku baca kalau obat itu bisa diminum 4 jam sekali, nah … nggak mungkinkan kita makan 4 jam sekali buat minum obat itu".  Pinter juga gue. Kali ini? Ehm…. Biasanya juga pinter kok. (ngarep.com)

Gue makan dengan lahapnya, kenapa lahap? Ya kan gue udah bilang tadi gue belum makan siang, it's mean I'm hungry. Makanan yang disajikan juga makanan yang biasa aja (emang mau minta makanan yang kayak gimana lo?), pake sayur lodeh, telor sama mie goreng, terus ada sambelnya. Karena gue yang pada dasarnya suka pedes, jadi gue ambil sambel sesendok (katanya suka pedes, tapi ambilnya cuma sesendok). Makanan sepiring habis dalam waktu 3 menit, cukup cepatlah untuk ukuran cewek. Selesai makan gue balik ke bus, jangan balik napa, ditinggal deh.

Lima belas menit setelah itu, naiklah 9 orang penumpang. Gue ulangi ya, naiklah 9 orang penumpang. Hah?! Banyak banget. Emang. Selidik punya selidik, ternyata mereka sekeluarga. Otak kanan dan otak kiriku berbincang - bincang.
 " Keluarga macam apa yang punya 9 anggota? "
"Keluarga bahagia kali."
"Kok keluarga bahagia?"
"Kan anaknya banyak."
"Terus hubungannya?"
"Kalau keluarga bahagia berarti mereka jarang bertengkar, jarang pisah ranjang, artinya mereka sering tidur seranjang (maksudnya suami istrinya, bukan anak - anaknya lho)"
"Lalu?"
"Kalau sepasang suami istri seranjang, apakah yang mereka lakukan?"
"Ohh…"
"Nah, itu!"
Perbincangan kedua otak gue ini terhenti saat gue menemukan suatu kenyataan bahwa mereka terdiri dari nenek - nenek, ibu - ibu, bapak - bapak dan anak - anak. Dengan begitu teori keluarga bahagia luntur sudah.


-to be continued-

Sunday, 20 November 2011

Amazing Journey part 2

Sampailah pada hari yang telah disepakati bersama antara gue, si ibu dan bus tersebut, tanggal 5 Juli pukul 12.00 siang. Sumpah panas abis. Tapi bukan bus Indonesia namanya kalau nggak telat. Bus tersebut dateng jam setengah 1. Gue sebagai orang Indonesia asli dan tulen sangatlah mengerti hal tersebut, malah pernah tuh dulu, gue naik bus dari Jakarta ke Lumajang, bisa ditebak seberapa banyak jam yang terbuang gara - gara menunggu bus? Hampir 4 jam, gila aja, gue nunggu sendirian di terminal Rawamangun dengan keadaan gue yang notabene baru pertama itu naik bus dari Jakarta. Deg deg pyar deh rasanya, parno abis kalau diliatin orang, dalam pikiran timbullah "Ngapain sih tuh orang liat - liat gue, naksir? Tapi dia kan udah tua. Mau ngerampok? Mungkin. Tapi gimana dia bisa ngerampok di tempat umum begini. Pake hipnotis kali ya? Bisa jadi. Terus gue gimana dong? Lari? Aduuuh." 

Back to the topic, gue naik bus tersebut yang telat itu dan menduduki urutan yang ke 28, artinya gue duduk di bangku yang berada pada urutan ketiga dari belakang dan hanya berjarak satu bangku dengan kamar mandi alias WC. Walhasil, perjalanan gue diwarnai bau sedap dari WC.

Bus yang biasa gue tumpangi itu hanya mem-fasilitas-i makan sekali, namun di bus tersebut ini gue mendapat 4 buah kupon makan. Dahsyat bukan? Sehari aja di rumah biasanya gue cuma makan 3 kali, nah ini 4 kali. Busyet dah, ini berkah apa musibah. Tapi ternyata setelah gue tanya sama salah satu ibu penumpang (kenapa sebutannya ibu penumpang? Karena dia adalah penumpang bus tersebut dan dia seorang ibu - ibu), dia bilang kalau kita bakal dapat makan 2 kali di bus tersebut, makan siang dan makan malam. Di setiap pemberhentian tempat makan, kita akan dimintai 2 kupon untuk setiap porsinya. Oh gitu tho!

-continued- 

Thursday, 29 September 2011

Amazing Journey part 1


Apa salah hamba-Mu ini ya Allah, sampai - sampai kau memberikan cobaan yang berat ini kepadaku. Ini nih perjalanan gue yang paling paling sulit menjengkelkan, menyebalkan, mentidakenakkan (ada gitu ya kosakata gini dalam bahasa Indonesia), pokoknya bener - bener deh perjalanan gue kali ini. Semua  berawal dari akhir liburan gue di kampung. Kenapa gue sebut kampung? Karena emang di tempat itu nggak ada mall. Emang gitu ya definisi kampung. Baru tau.


Sebenernya gue mau balik ke Jakarta itu tanggal 4 Juli, tapi karena bus pada penuh dan kondisi fisik gue yang kurang fit, gue memutuskan buat balik tanggal 5 aja. Bus yang biasa gue tumpangin (pake bayar juga) adalah Pahala Kencana atau nggak Akas Asri. Kenapa gue pilih kedua bus itu? Karena cuma 2 merk bus itulah yang ada di daerah gue (sedih amat!). Pas gue tanya tanggal 4 itu, mereka bilang kalau busnya udah pada penuh. Si ibunya bilang "Kalau pas liburan emang penuh begini mbak, nggak pesen - pesen dari kemarin sih." Gue cuma bilang "Oh gitu ya bu." Si ibunya menawarkan untuk menaiki bus merk lain. Gue bingung. Bukannya cuma ada dua bus itu doang ya di kota tercinta gue ini. Eh, ternyata ada satu lagi, namanya Safari Dharma Indah atau Safari Dharma Indra gitu, abisnya panjang banget sih namanya, udah kayak nama orang aja.

Dilihatlah sama si ibunya kursi kosong di bus tersebut (gue nggak mau ngetik namanya, ntar kelamaan, sebut aja bus tersebut). Ternyata … jeeeng jeeeng, kursi yang kosong adalah dibagian belakang. Mampus deh, apakah artinya itu? Yup, gue duduk deket kamar mandi alias WC alias tempat kencing yang pastinya bakalan bau banget. Gue pikir tuh bentar. Mau nggak ya? Tapi si ibu bilang cuma tinggal bus tersebut aja yang tersedia, yang lain udah penuh. Dengan berat hatipun gue mengiyakan buat naik bus tersebut.
-to be continued-

Thursday, 22 September 2011

Sarimin itu siapa ya?

Gue buat blog ini dengan tujuan agar gue bisa sharing sama temen - temen semua yang dengan senang hati mau membaca blog yang ditulis oleh cewek yang cantik ini *narsis tetep*. Sebenarnya ini bukan blog pertama gue, tapi gue berharap ini jadi blog yang bisa aktif, maksudnya blog yang hidup, (emang blog bisa hidup?) maksudnya (kebanyakan maksudnya ah). Pokoknya gue berharap bisa posting secara continue di blog ini.

Blog ini gue beri nama "sarimingoestomarket" --> sarimin goes to market. Itu tuh bahasa inggris dari sarimin pergi ke pasar. Lo pasti bertanya - tanya, kok aneh gitu judulnya. Iya! Karena gue suka yang aneh - aneh. Hahaha. Kalimat itu sering gue denger dalam kehidupan gue sehari - hari. Temen - temen gue sering pake kalimat itu kalau mereka lagi sebel atau galau.

Asal muasal adanya kalimat "sarimin pergi ke pasar" adalah saat ada bapak tukang topeng monyet yang lagi mainin monyetnya di depan anak - anak kecil. Bapak tukang topeng monyet menjadi narator dan monyetnya menjadi aktornya. Nah, dari sini ada suatu adegan yang diperankan monyet dan dinaratori sama bapak tukang monyet.

Bapak tukang topeng monyet bilang "Sarimin pergi ke pasar", dengan nada khasnya. Terus monyet yang udah pake rok sama baju membawa keranjang dan payung sambil jalan - jalan mengelilingi bapak tukang topeng monyet. Berarti bisa diambil kesimpulan disini kalau sarimin itu sama dengan ". . . . . .".


Bagi yang baca blog gue, isi itu titik - titiknya. Good luck ya! Langsung komen aja dibawah, yang bener ntar gue kasih hadiah. ^_^