Sunday, 20 November 2011

Amazing Journey part 2

Sampailah pada hari yang telah disepakati bersama antara gue, si ibu dan bus tersebut, tanggal 5 Juli pukul 12.00 siang. Sumpah panas abis. Tapi bukan bus Indonesia namanya kalau nggak telat. Bus tersebut dateng jam setengah 1. Gue sebagai orang Indonesia asli dan tulen sangatlah mengerti hal tersebut, malah pernah tuh dulu, gue naik bus dari Jakarta ke Lumajang, bisa ditebak seberapa banyak jam yang terbuang gara - gara menunggu bus? Hampir 4 jam, gila aja, gue nunggu sendirian di terminal Rawamangun dengan keadaan gue yang notabene baru pertama itu naik bus dari Jakarta. Deg deg pyar deh rasanya, parno abis kalau diliatin orang, dalam pikiran timbullah "Ngapain sih tuh orang liat - liat gue, naksir? Tapi dia kan udah tua. Mau ngerampok? Mungkin. Tapi gimana dia bisa ngerampok di tempat umum begini. Pake hipnotis kali ya? Bisa jadi. Terus gue gimana dong? Lari? Aduuuh." 

Back to the topic, gue naik bus tersebut yang telat itu dan menduduki urutan yang ke 28, artinya gue duduk di bangku yang berada pada urutan ketiga dari belakang dan hanya berjarak satu bangku dengan kamar mandi alias WC. Walhasil, perjalanan gue diwarnai bau sedap dari WC.

Bus yang biasa gue tumpangi itu hanya mem-fasilitas-i makan sekali, namun di bus tersebut ini gue mendapat 4 buah kupon makan. Dahsyat bukan? Sehari aja di rumah biasanya gue cuma makan 3 kali, nah ini 4 kali. Busyet dah, ini berkah apa musibah. Tapi ternyata setelah gue tanya sama salah satu ibu penumpang (kenapa sebutannya ibu penumpang? Karena dia adalah penumpang bus tersebut dan dia seorang ibu - ibu), dia bilang kalau kita bakal dapat makan 2 kali di bus tersebut, makan siang dan makan malam. Di setiap pemberhentian tempat makan, kita akan dimintai 2 kupon untuk setiap porsinya. Oh gitu tho!

-continued- 

Thursday, 29 September 2011

Amazing Journey part 1


Apa salah hamba-Mu ini ya Allah, sampai - sampai kau memberikan cobaan yang berat ini kepadaku. Ini nih perjalanan gue yang paling paling sulit menjengkelkan, menyebalkan, mentidakenakkan (ada gitu ya kosakata gini dalam bahasa Indonesia), pokoknya bener - bener deh perjalanan gue kali ini. Semua  berawal dari akhir liburan gue di kampung. Kenapa gue sebut kampung? Karena emang di tempat itu nggak ada mall. Emang gitu ya definisi kampung. Baru tau.


Sebenernya gue mau balik ke Jakarta itu tanggal 4 Juli, tapi karena bus pada penuh dan kondisi fisik gue yang kurang fit, gue memutuskan buat balik tanggal 5 aja. Bus yang biasa gue tumpangin (pake bayar juga) adalah Pahala Kencana atau nggak Akas Asri. Kenapa gue pilih kedua bus itu? Karena cuma 2 merk bus itulah yang ada di daerah gue (sedih amat!). Pas gue tanya tanggal 4 itu, mereka bilang kalau busnya udah pada penuh. Si ibunya bilang "Kalau pas liburan emang penuh begini mbak, nggak pesen - pesen dari kemarin sih." Gue cuma bilang "Oh gitu ya bu." Si ibunya menawarkan untuk menaiki bus merk lain. Gue bingung. Bukannya cuma ada dua bus itu doang ya di kota tercinta gue ini. Eh, ternyata ada satu lagi, namanya Safari Dharma Indah atau Safari Dharma Indra gitu, abisnya panjang banget sih namanya, udah kayak nama orang aja.

Dilihatlah sama si ibunya kursi kosong di bus tersebut (gue nggak mau ngetik namanya, ntar kelamaan, sebut aja bus tersebut). Ternyata … jeeeng jeeeng, kursi yang kosong adalah dibagian belakang. Mampus deh, apakah artinya itu? Yup, gue duduk deket kamar mandi alias WC alias tempat kencing yang pastinya bakalan bau banget. Gue pikir tuh bentar. Mau nggak ya? Tapi si ibu bilang cuma tinggal bus tersebut aja yang tersedia, yang lain udah penuh. Dengan berat hatipun gue mengiyakan buat naik bus tersebut.
-to be continued-

Thursday, 22 September 2011

Sarimin itu siapa ya?

Gue buat blog ini dengan tujuan agar gue bisa sharing sama temen - temen semua yang dengan senang hati mau membaca blog yang ditulis oleh cewek yang cantik ini *narsis tetep*. Sebenarnya ini bukan blog pertama gue, tapi gue berharap ini jadi blog yang bisa aktif, maksudnya blog yang hidup, (emang blog bisa hidup?) maksudnya (kebanyakan maksudnya ah). Pokoknya gue berharap bisa posting secara continue di blog ini.

Blog ini gue beri nama "sarimingoestomarket" --> sarimin goes to market. Itu tuh bahasa inggris dari sarimin pergi ke pasar. Lo pasti bertanya - tanya, kok aneh gitu judulnya. Iya! Karena gue suka yang aneh - aneh. Hahaha. Kalimat itu sering gue denger dalam kehidupan gue sehari - hari. Temen - temen gue sering pake kalimat itu kalau mereka lagi sebel atau galau.

Asal muasal adanya kalimat "sarimin pergi ke pasar" adalah saat ada bapak tukang topeng monyet yang lagi mainin monyetnya di depan anak - anak kecil. Bapak tukang topeng monyet menjadi narator dan monyetnya menjadi aktornya. Nah, dari sini ada suatu adegan yang diperankan monyet dan dinaratori sama bapak tukang monyet.

Bapak tukang topeng monyet bilang "Sarimin pergi ke pasar", dengan nada khasnya. Terus monyet yang udah pake rok sama baju membawa keranjang dan payung sambil jalan - jalan mengelilingi bapak tukang topeng monyet. Berarti bisa diambil kesimpulan disini kalau sarimin itu sama dengan ". . . . . .".


Bagi yang baca blog gue, isi itu titik - titiknya. Good luck ya! Langsung komen aja dibawah, yang bener ntar gue kasih hadiah. ^_^